A. KONSEP INTI STP
Istilah strategi Pemasaran STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) merupakan 3 rangkaian proses yang harus dilalui pada penetapan strategi bisnis. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis produk baik barang maupun jasa, juga cara pemasarannya baik offline maupun online.
STP marketing sendiri merupakan pendekatan atau model yang populer
diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran. Beberapa
kelebihan dari model Segmentation Targeting
Positioning adalah:
·
Mengarahkan dan
memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted
advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan
mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target.
· Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk
· Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar
· Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif.
B. KONSEP NILAI PELANGGAN
Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Menurut Setijono dan Dahlgaard (2007), nilai pelanggan adalah penjumlahan dari manfaat dikurangi pengorbanan yang hasil sebagai konsekuensi dari pelanggan menggunakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
C. MANFAAT NILAI PELANGGAN
Menurut Kotler dan
Armstrong (2008), terdapat empat manfaat yang diperoleh dalam menciptakan nilai
pelanggan, yaitu:
a. Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan
Maka tujuan manajemen hubungan pelanggan adalah tidak hanya menciptakan kepuasan pelanggan, tetapi kepuasan penuh pelanggan untuk mendapatkan nilai seumur hidup pelanggan.
b. Menumbuhkan pangsa pasar
Selain mempertahankan pelanggan, manajemen hubungan pelanggan yang bagus dapat membantu pemasar pangsa pelanggan (share of customer).
c. Membantu ekuitas pelanggan
Tujuan akhir manajemen hubungan pelanggan adalah menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi. Ekuitas pelanggan (customer equity) adalah gabungan nilai seumur hidup pelanggan dari semua pelanggan perusahaan.
d. Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat
Perusahaan dapat mengelompokkan pelanggan menurut profitabilitas potensial mereka dan menata hubungan dengan pelanggan berdasarkan kelompoknya. Jenis pelanggan yang berbeda memerlukan strategi manajemen yang berbeda. Tujuannya adalah membangun hubungan pelanggan yang benar dengan pelanggan yang tepat.
D. Strategi Membangun Nilai Pelanggan
Menurut Hurriyati (2010),
terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menciptakan
nilai pelanggan yang baik, yaitu:
1.
Economic
Value to the Customer
2. Differential
Advantage
3. Brand
Development
Didalam Konsep Nilai
pelanggan ada pula penjelasan melalui sudut pandang yaitu antara lain :
a. Pasar
Grosir, Pengecer, Eksportir
1.
Grosir
Grosir merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya.
·
Jenis
jenis grosir
Dilihat dari
luas jangkauan atau daerah usahanya, grosir dibagi menjadi beberapa jenis,
antara lain:
1. ==> Grosir
Lokal: Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya
grosir tingkat kabupaten.
2. ==> Grosir
Wilayah: Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya
melayani kegiatan jual beli antar provinsi.
3. ==> Grosir
Nasional: Grosir yang memiliki luas daerah pemasaran meliputi suatu
negara
2.
Pengecer
Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.
3.
Ekspor
adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain.
b. Pelanggan lokal, nasional dan internasional
1. Pelanggan lokal, Pelanggan local adalah pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten
2. Pelanggan nasional. Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup seluruh wilayah dalam satu negara.
3. Pelanggan Internasional , Pelanggan internasional adalah pelanggan yang berasal dari negara lain.
E. Segmenting
(Segmentasi Pasar)
Segmentasi pasar adalah
kegiatan untuk membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya beli, kebutuhan
konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Tujuan dari segmentasi
pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dengan menghasilkan
produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Syarat dari segmentasi pasar
yaitu segmentasi harus bisa diukur, segmentasi pasar logis dan bisa dijalankan,
harus ada target segmentasi yang ingin dicapai, pasar lebih heterogen tetapi
tetap luas.
Terdapat keterbatasan dalam melakukan segmentasi pasar yaitu beban biaya yang
besar, memerlukan komitmen korporat, menyediakan informasi yang umum bukan
individual.Selain keterbatasan yang ada terdapat juga manfaat atau kegunaan
dari segmentasi pasar yaitu :
1.
Mengidentifikasi
peluang pengembangan produk baru.
2.
Mendesain
program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang
homogen.
3.
Menngembangkan
strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.
Menurut Assauri (2012),
segmentasi pasar dibagi menjadi 4 variabel yaitu variabel perilaku,
psikografis, demografis, geografis.
1.
Segmentasi
perilaku adalah segmentasi yang ditinjau dari perilaku konsumen terhadap produk
yang ditawarkan. Perilaku tersebut berupa loyalitas, pengetahuan, idealisme,
dan respon konsumen.
2.
Segmentasi
psikografis adalah segmentasi yang didasarkan pada ketertarikan dan kesukaan
konsumen terhadap produk tertentu. Segmentasi ini juga dikelompokkan
berdasarkan gaya hidup dan kepribadian.
3.
Segmentasi
demografis adalah segmentasi yang dikelompokkan berdasarkan usia, ukuran
keluarga, siklus kehidupan keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan,
agama, ras, generasi kewarganegaraan, dan kelas sosial.
4.
Segmentasi
ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan dan biaya operasional.
Prosedur dalam melakukan segmentasi pasar yang baik menurut Kasali (1998) adalah sebagai berikut :
1. Mengumpulkan informasi mengenai produk, persaingan dan konsumen.
- Mempelajari konsumen yang ingin dilayani dan menentukan basis segmentasi yang akan ditentukan.
- Mengaplikasikan metodologi untuk mengidentifikasi sejumlah segmen.
- Membuat profil konsumen pada masing-masing segmen
- Memilih target segmen yang paling potensial.
- Mengbangkan program-program pemasaran yang konsisten dengan yang dipilih melalui program marketing mix.
F. Targetting (Pembidikan Pasar)
Targeting adalah
mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target
market.
a)
Terukur
: kebutuhan,
jumlah, berapa besarnya, wilayah, luasan.
b)
Substansial
: cukup besar untuk dimasuki/ menguntungkan.
c)
Dapat
dicapai : dapat diapai
oleh perusahaan.
d)
Dapat
didiferensiasi : buat produk yang
beda/ unik.
e)
Dapat
ditindaklanjuti : dapat ditindak
lanjuti dengan bauran pemasaran.
Menetapkan target pasar :
·
Mengevaluasi
segmen pasar : menilai beragam segmen yang telah diketahui. Harus memperhatikan
faktor , seperti daya tarik segmen keseluruhan dan tujuan serta sumber daya
perusahaan.
·
Memilih
Segmen Pasar :
1)
Konsentrasi
segmen tunggal : perusahaan memilih
sebuah segmen tunggal. Contoh, Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil
dan porsche pada pasar mobil sport.
2)
Spesialisasi
selekti : perusahaan memilih sejumlah segmen yang berpotensi sebagai penghasil
uang. Contoh , barang antik untuk
kolektor.
3)
Spesialisasi
Produk : perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk tertentu yang
dijual ke beberapa segmen . Contoh, Perusahaan mikroskop yang menjual mikroskop
ke lab, pemerintah, dan ke universitas.
4)
Spesialisasi
Pasar : perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok
pelanggan tertentu. Contoh, Perusaan yang menjual bermacam-macam produk ke lab
universitas yang terdiri dari- mikroskop, osiloskop, pembakar bunsen dll.
5)
Cakupan
Seluruh Pasar : perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok
pelanggan dengan menyediakan smua produk yang mungkin mereka butuhkan.
Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar.
Targeting
§
Sigle
Target (hanya menjual 1 produk di satu pasar)
§
Selective
Target (menjual 2 produk di dua pasar)
§
Market
Focus (menjual semua produk di satu pasar)
§
Produk
Focus (menjual 1 produk di tiga pasar)
§
Mass
Market ( mejual semua produk di semua pasar)
Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan
G. Posiotining (Posisi Pasar)
Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Menurut Philip kotler, Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar :
1.
Positioning
berdasarkan atribut.
2. Positioning berdasarkan harga dan kualitas. 3. Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.
4.
Positioning
berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.
5.
Positioning
berdasarkan kelas produk tertentu.
6.
Positioning
berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.
7.
Positioning
berdasarkan manfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar