Selasa, 16 Maret 2021

KELOMPOK 7 RAB

 

Petis Madura merupakan produk unggulan khas pulau Madura yang mana petis ini terbuat dari Sari ikan pilihan dan dicampur dengan rempah-rempah pilihan berdasarkan resep asli Madura. Petis yang akan kami jual adalah petis berbahan dasar ikan tuna atau disebut petis merah. Petis Madura memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yaitu rasanya cenderung asin. Mempunyai tampilan yang cenderung cerah dan warnanya lebih merah kecoklatan, teksturnya yang kenyal dan tidak terlalu beraroma amis kecuali petis tersebut asli petis ikan tanpa campuran apapun petis Madura diolah oleh asli orang Madura menggunakan resep asli Madura. 

Madura merupakan salah satu pulau penghasil petis yang cukup terkenal salah satunya di Kabupaten Pamekasan, petis merupakan bahan tambahan pangan yang biasa dijadikan sebagai bumbu rujak. Petis ini diproduksi di beberapa tempat di Pamekasan misalnya pabrik petis yang cukup terkenal ada di desa Konang kecamatan Galis dan kecamatan pasean. Petis biasanya digunakan sebagai bahan atau bumbu rujak baik itu rujak lontong rujak kerupuk maupun rujak buah apalagi saat musim mangga seperti sekarang para penjual petis akan dikunjungi banyak konsumen sebab setiap musim buah seperti mangga kedondong belimbing masyarakat Madura akan rujak bersama hampir setiap hari. 

ALASAN MEMILIH PRODUK PETIS 

Maiza Meryatun :  Mengenalkan petis khas Desa Konang pamekasan  supaya bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia dan bisa membantu mempertahankan bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat konang terlebih pemilik pabrik petis dan tenaga kerja didalamnya. 

Nanang Agus Dian Perdana : Mengingat keadaan orang indonesia yang dengan rujak, sehingga petis dapat menjadi peluang dalam usaha

Rohematus Solehah : Karena produk petis merupakan salah satu ciri khas dari Madura, dan juga Karena harga petis yang cukup terjangkau.

Gluh Puspita Sari : karena harga petis yang terjangkau, masa kadaluarsanya yang lama dan juga orang luar dari pulau Madura masih belom banyak yg mengenal petis khas dari Pamekasan jadi saya ingin menjual produk ini karena saingan belum terlalu banyak.

Jumat, 22 Januari 2021

Tuga Akhir Semester Manajemen Pemasaran

 

Analisis Pasar Produk Beras Merah Organik

SEGMENTASI

Seluruh masyarakat indonesia, jenis  kelamin  laki -Laki dan pperempuan ,  dengan  rentang  pendapatan  5.000.000 - 6.000.000,  mulai dari dewasa sampai lansia dengan  tingkat  pendidikan  sarjana  (S1,D4)  dan  berprofesi  sebagai  pegawai  negeri sipil. Segmentasi untuk pasar beras merah ini sasaran saya yaitu para pegawai negeri atau orang2 yang berpenghasilan tinggi. Melihat harga beras merah yang lumayan tinggi.

TARGETTING

Untuk target dari pemasaran beras merah organik ini yaitu kalangan menengah atas dikarenakan memiliki daya tarik yang sangat potensial apabila dijadikan sebagai target  pasar  utama  dalam  pemilihan  pasar  sasaran,  kalangan menengah atas ini  cukup  menguntungkan  apabila dijadikan  sebagai  pertimbangan  pemilihan  target.  Hal  ini  didukung  oleh  tingkat konsumsi  yang sering itu artinya pada masyarakat  kalangan menengah atas loyal terhadap produk beras merah organik  Kesiapan  pembeli   para targetting adalah  tinggi  serta  sikap terhadap   produk   yang   positif,   mengartikan   bahwa   pada   kalangan menengah atas konsumen memahami  produk.  Psikografis  pada  kalangan menengah atas  ini  tergolong  aktif, modern  dan  mapan,  sehingga  memungkinkan  untuk  mengembangkan  diri  yang optimal   serta   berpengaruh   terhadap   pendapatan   yang   akan   diperoleh   dimasa mendatang    maupun    kemampuan    untuk    mempengaruhi    orang    lain    dalam mengkonsumsi produk beras merah organik.

POSITIONING

Prduk beras merah organik Cibarani ini dijual dengan memperhatiakan keunggulan dai segi kualitas, kemasan, aroma yang khas. Manfaatnya bagi tubuh dan harga.

BAURAN PEMASARAN :

1.     Produk

Bahan baku beras merah ini di dapatkan dari para petani langsung yaitu Cibarani yang dimana Cibarani merupakan lumbung padi merah, bibit yang mereka pakai yaitu varietas padi merah cere teundet, dan stak dadak. Di karenakan bibit tersebut memiliki ciri khas yaitu jika dimasak tidak mengeluarkan bau yang langu meskipun di hangatkan 2-3 kali.  Juga para petani di cibarani ini dalam pemupukan disaat sebelum panen padi pemberian pupuknya di kurangi 50%. Hal itu tentunya sangat baik bagi tubuh jika mengkonsumsi beras merah organik Cibarani ini.

2.     Harga

Harga dari produk beras merah organik cibani ini cukup terjangkau pada kalangan  menengah atas, karena untuk harga per kg di tempat petaninya Rp. 38.000/kg, Dengan harga jual beras Rp450.000/kuintal. Karena harga yang di berikan sudah sesuai dengan kualitas beras merah yang akan didapatkan.

3.     Tempat

Tempatnya strategis karena sebahian  besar penduduk di pamekasan belum menanam padi merah ini, jadi untuk alamat  tokonya jl. Raya Tambung, Desa Tambung Pamekasan.

4.     Promosi

Promosi yang dilakukan oleh perusahaan kami untuk mencapai target omzet, yaitu dengan menjualnya secara offlien dan online, di jual keluar daerah.



ANALISIS DAYA SAING PASAR ASEAN

Daya saing produk beras merah di pasar asean cukup ketat dikarenakan negara2 tetangga juga berlomba lmba dalam memasarkan produk beras merah mereka. Maka dari itu saya sebagai pengusaha menggunakan strategi agar tidak kalah saing dengan negara2 tetangga.

Strategi Pemasaran Bisnis Ekspor di pasar asean

1.     Akan melakukan kerja sama dengan negara luar, jalin komunikasi dengan baik

2.     Menawarkan produk kita yang terbaik dari  yang lainnya

3.     Memperhatikan peraturan peraturan pemasaran bisnis asean

4.     Pastikan Tujuan Ekspor Produk tidak hanya ke satu negara tetapi ke Berbagai Negara

5.     Melakukan legalitas bisnis prooduk  agar bisa masuk dan keluar dengan mudah ke  berbegai negara ekspor

6.     Pandai pandai  dalam menggunakan fasilitas yang sudah diberikan ooleh pemerintah misalnya dierektorat pengembangan ekspor nasioonal dll.

7.     Manfaatkan sosial media dan sftware software yang berhubungan dengan pasar ekspor.

 

Kamis, 14 Januari 2021

MANAJEMEN PEMASARAN B

Mengevaluasi potensi dan peluang ekspor

1. Konsep keunggulan kompetitif dari produk, meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi 

Keunggulan kompetitif adalah suatu kondisi di mana perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Perusahaan berhasil menerapkan strategi penciptaan nilai. Dan, pesaing tidak dapat atau terlalu mahal untuk menduplikasi keunggulan ini.

Dalam menjalankan bisnis perusahaan diperlukan analisis keunggulan kompetitif. Hal ini penting dilakukan untuk menjadi alat ukur perkembangan bisnis dari waktu ke waktu. Pentingnya analisis untuk kompetitif yaitu,

  • Melakukan pengambilan keputusan untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat.
  • Melakukan identifikasi adanya tren dalam market yang lebih berkesinambungan dan jelas.
  • Untuk membuat alat ukur dan tolak ukur bagi pebisnis yang menjalankan perusahaan.
  • Menentukan strategi marketing dengan menetapkan harga.
  • Temukan cara yang baru dalam melakukan komunikasi terhadap pelanggan.
  • Adanya celah pasar yang dapat dimanfaatkan dalam peningkatan penjualan produk.

1. Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. harga juga mempengaruhi konsumen dalam memilihi suatu produk

2. Kualitas produk adalah suatu kondisi fisik, sifat, dan fungsi produk, baik itu produk barang atau produk layanan jasa, berdasarkan tingkat mutu yang disesuaikan dengan durabilitas, reliabilitas, serta mudahnya penggunaan, kesesuaian, perbaikan serta komponen lainnya yang dibuat untuk memenuhi kepuasan konsumen. apabila seorang konsumen merasa puas dengan suatu produk hal ini merupakan keunggulan kompetitif yang dimilki produk.

3. Kemasan merupakan desain kreatif yang di dalamnya berisi bentuk, struktur, warna, citra hingga tipografi dari sebuah produk. hal ini mempengaruhi konsumen untuk memilih membeli produk atau memiliki nilai lebih dengan pesaingnya

4.  Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dilakukan ketika sedang dalam proses produksi. Dengan biaya produksi yang minim akan dapat meningkatkan keunttunggan yang di dapat.

2. Ciri-ciri pasar potensial dengan pendekatan permintaan dan penawaran

Potensi pasar dapat dianalisis melalui pendekatan permintaan dan penawaran dan dengan membatasi jangkauan pasar.

a) Pendekatan Permintaan

Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan.Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Melalui pendekatan permintaan Anda dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan pertahun. contoh : masyarakat di pedesaan membeli pakaian ke kota, artinya masyarakat pedesaan ini tidak mendapatkan apa yang diinginkan tidak ada di desanya.

b) Pendekatan Penawaran

Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.


3. ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar 

berikut merupakan ciri - ciri ceruk pasar: 

  1. Berspesialisasi secara geografis.
  2. Perusahaan sebagai daya beli dan ukurannya cukup besar agar mendapatkan keuntungan.
  3. Memiliki potensi untuk berkembang.
  4. Memiliki keterampilan dan sumberdaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada ceruk pasar secara efektif.
  5. Mampu mempertahankan diri dari pesaing besar.
tekhnis dalam menentukan ceruk pasar:

  1. Mengidentifikasi ketertarikan konsumen
  2. Menawarkan produk atau layanan yang unik.
  3. Menawarkan produk atau layanan yang unik
  4. Melakukan riset pada pesaing.
  5. Lakukan uji coba pada ide yang sudah dibuat.

 Ciri-Ciri Produk Marketable Untuk Ekspor

Ciri - ciri produk yang marketable untuk ekspor antara lain :

1.    Merek (Brand), Merupakan nama, istilah, lambang/logo, yang menjadi identitas dari suatu produk sehingga memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian. Merek yang digunakan harus menarik dan berbeda dengan produk lain.

2.    Kemasan (Packaging), Merupakan wadah atau pelindung suatu produk untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan, memberikan daya tarik, sebagai identitas produk, distribusi dan informasi, dan cermin inovasi produk. Sehingga kemasan untuk produk ekspor yang tepat adalah tidak mudah rusak, tahan lama, dan aman digunakan.

3.    Label (Labelling), Merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi terkait produk tersebut.

4.    Jaminan (Garansi), Merupakan kewajiban perusahaan untuk memberikan ganti rugi atas produk yang tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

5.    Standar Mutu Produk

 

Kamis, 07 Januari 2021

 BAURAN PROMOSI 

1. KONSEP INTI  PROMOSI 

Promosi (Promotion) adalah salah satu komponen dari empat komponen dalam bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P. Empat komponen tersebut adalah Product, Price, Placement, and Promotion. Promosi merupakan hubungan komunikasi antara penjual dan pembeli. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dan secara spesifik, kegiatan promosi memiliki berbagai tujuan seperti:

  1. Menginformasikan tentang produk yang ada dan baru
  2. Menjelaskan fitur dan manfaat produk
  3. Membujuk pelanggan untuk membeli produk
  4. Memberitahu di mana pelanggan dapat membeli
  5. Membedakan penawaran perusahaan dengan penawaran pesaing
  6. Meningkatkan penjualan
  7. Membangun citra dan persepsi positif publik
  8. Menginformasikan tentang perusahaan, merek dan berbagai penawaran mereka
  9. Mengingatkan kembali pelanggan tentang suatu produk

10 konsep inti promosi , yaitu sebagai berikut: 

1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan

Tiga hal di atas terkesan mirip walau memiliki pengertian yang berbeda-beda. Untuk menjadi seorang pemasar yang sukses, Anda harus bisa membedakan yang mana kebutuhan, keinginan, dan permintaan :

  • Kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia.
  • Keinginan adalah kebutuhan yang ketika Anda arahkan ke objek tertentu dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
  • Berbeda dengan kebutuhan dan keinginan, permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh kemampuan untuk membayar, dengan kata lain Anda punya uang seharga produk yang ingin Anda beli.

Tugas seorang pemasar adalah menyelidiki kebutuhan target pasar nya dengan membedakan lima jenis kebutuhan yaitu :

  1. Kebutuhan yang dinyatakan
  2. Kebutuhan yang sebenarnya
  3. Kebutuhan yang tidak dinyatakan
  4. Kebutuhan kesenangan
  5. Kebutuhan rahasia

2. Pasar Sasaran, Positioning, dan Segmentasi

Jarang ada seorang pemasar yang bisa memuaskan semua orang dalam satu pasar. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki gaya hidup dan pola pikir yang berbeda-beda. Tidak semua orang menyukai destinasi wisata, kamar hotel, restoran siap saji, kendaraan bermotor, institusi pendidikan yang sama. Untuk itu pemasar harus mulai membagi pasar ke dalam beberapa segmen. Perusahaan dapat mengembangkan penawaran pasar yang diposisikan di dalam benak pembeli sasaran sebagai keuntungan utama.

3. Penawaran dan Merek

Perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mengajukan sebuah proposisi nilai yang berisi serangkaian keuntungan yang Anda tawarkan kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sifat dari proposisi nilai ini tidak berwujud, tetapi Anda harus membuatnya menjadi berwujud dengan memberikan penawaran berupa kombinasi produk barang, jasa, informasi, dan pengalaman. Merek diartikan sebagai sebuah penawaran dari sumber yang tidak diketahui. Setiap perusahaan berusaha keras untuk membangun citra merk yang kuat, unik, dan disukai oleh banyak orang khususnya target pasar mereka.

4. Nilai dan Kepuasan

Nilai yang ditawarkan adalah kombinasi dari kualitas, pelayanan, dan harga yang disebut juga sebagai tiga elemen nilai pelanggan. Sebuah nilai meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas dan pelayanan tetapi menurun seiring dengan menurunnya harga. Berbeda dengan nilai, kepuasan justru mencerminkan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya dalam kaitannya dengan ekspektasi. Jika kinerja produk tidak memenuhi ekspektasi maka pelanggan akan merasa tidak puas dan kecewa. Begitu juga sebaliknya.

5. Saluran Pemasaran

Demi mencapai pasar sasarannya, seorang pemasar akan menggunakan tiga jenis saluran pemasaran, yang terdiri dari saluran komunikasi, saluran distribusi, dan saluran layanan.

6. Rantai Pasokan

Rantai pasokan adalah sebuah saluran yang lebih panjang yang membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir yang dikirimkan ke pembeli akhir.

7. Persaingan

Persaingan di sini terdiri dari semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh competitor, baik itu yang sifatnya aktual maupun potensial, yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli.

8. Lingkungan Pemasaran

Setiap pemasar benar-benar harus memperhatikan tren lingkungan-lingkungan ini untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka kedepannya.

9. Pertukaran (Exchange)

Tindakan untuk memperoleh objek yang diharapkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai pengganti

10. Transaksi

Perdagangan antara dua pihak yang melibatkan paling sedikit dua bentuk nilai persetujuan mengenai kondisi, persetujuan mengenai waktu dan persetujuan mengenai tempat

 2. BENTUK - BENTUK PROMOSI


Dengan promosi diharapkan kenaikan angka penjualan pada usaha yang dilakukan. Macam-Macam bentuk Promosi :


1. Advertising (Periklanan)

Advertising merupakan bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media untuk merangsang pembelian. Iklan memiliki beberapa karakteristik yaitu berbayar, non personal, menggunakan media massa untuk massifikasi pesan, sponsor yang teridentifikasi, persuasif dan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya. Jenis advertising sendiri seperti :

  • Informative Advertising yang biasa di gunakan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk Anda atau fitur-fitur baru dari produk Anda.
  • Persuasive Advertising yang biasa di gunakan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa yang Anda tawarkan.
  • Reminder Advertising yang biasa digunakan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa yang Anda sediakan.

2. Personal Selling

Merupakan bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pelanggan yang ditujukan untuk merangsang transaksi. Personal Selling mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada.
Personal Selling, merupakan penyajian atau presentasi personal oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan dengan pelanggan, menurut kotler.

Kunci dari Personal Selling adalah:

    • Prospecting (mencari pelanggan dan menjalin hubungan dengan mereka),
    • Targeting,
    • Communicating (mengkomunikasikan dan memberi informasi terkait produk Anda), 
    • Selling,
    • Servicing,
    • Information gathering (riset pasar),
    • Allocating (mengalokasikan target market).

3. Sales Promotion

Sales Promotion sendiri merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk Anda dengan segera dan meningkatkan jumlah pembelian. Sales Promotion ialah Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa menurut Kotler. Berbagai jenis peralatan yang unik seperti kupon, perlombaan,pemotongan harga, hadiah dan lain-lain merupakan Promosi Penjualan.

4. Publishing (Publisitas)

Publishing dapat dilakukan dengan perusahaan Anda untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik dan juga menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (public relations).

5. Direct marketing

Dengan direct marketing, Kunci nya adalah komunikasi langsung dengan pelanggan Anda dan juga target customer Anda. Direct marketing diharapkan dapat menghasilkan transaksi atau bahkan dukungan. Anda bisa memanfaatkan direct mail, Catalog, Broadcast media, Tv advertorial, Teleshopping, Telemarketing dan lainnya.

3. PEMILIHAN MEDIA

Tentukan Budget

Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.

Tentukan Segmen Pasar

tidak bisa dilakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya.

Tentukan Materi Iklan

Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online. Ini akan lebih mengena dan lebih hemat dari sisi biaya. Namun, jika materi iklan berbentuk video dan audio, bisa saja beriklan di TV atau di situs video online seperti YouTube untuk mengenalkan pasar ke yang lebih luas.

Tentukan media online atau offline atau keduanya

Tentu, ada media online menggunakan internet bisa dengan text, gambar bergerak atau animasi GIF, video, audio dengan target pasar para pengguna internet dan sosial media ada juga media offline yang menggunakan text dan gambar seperti koran, billboard, baliho, spanduk dan lain sebagainya. Baik media online dan offline memiliki segmen pasar yang berbeda. Oleh sebab itu, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin Anda raih.

Menggunakan jasa advertisement

Jika Anda tidak bisa memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan. 

 4. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROMOSI

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode promosi, diantaranya:

1. Tujuan promosi. Jika perusahaan ingin menjangkau khalayak luas, iklan menjadi pilihan yang tepat. Jenis produk. Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.

2. Infrastruktur dan sumber daya perusahaan. Masing-masing metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Perusahaan mungkin membelanjakan lebih banyak uang untuk iklan jika dana mencukupi. Tapi, jika dana tidak mencukupi, seperti pada sebagian besar perusahaan kecil, mereka bergantung pada penjualan pribadi.

3. Siklus hidup produk. Misalnya, selama tahap pendahuluan, perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin akan lebih fokus pada iklan.

4. Infrastruktur distribusi. Jika menjual produk langsung ke pelanggan tanpa melalui perantara, perusahaan mengandalkan personal selling. Perusahaan mungkin menggunakan beberapa iklan, tapi itu hanya sebagai pendukung.

5. Ukuran pasar. Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.

6. Strategi penetapan harga. Produk premium, seperti iPhone, kurang mengandalkan iklan media massa. Perusahaan biasanya akan lebih menyukai pendekatan promosi yang lebih intim seperti penjualan pribadi.

 5. STRATEGI PEMASARAN MEALALUI SIKLUS HIDUP BARANG

    1. Tahap pengenalan, perusahaan berusaha untuk menginformasikan dan mendidik pelanggan potensial. Sebagian besar pelanggan tidak tahu atau tidak sadar bahwa ada produk yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, tugas pertama perusahaan adalah membangun kesadaran di antara konsumen.
    2. Tahap pertumbuhan, konsumen mulai menyadari tentang produk dan manfaatnya. Produk cukup laku dan perantara senang jika produk tersedia di rak-rak mereka. Pada tahap ini, perusahaan mengarahkan strategi promosi untuk menstimulasi permintaan selektif (merek) dan mengalihkan pelanggan dari pesaing.
    3. Tahap matang (mature stage), persaingan pasar meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi berusaha untuk membujuk pelanggan untuk terus membeli, misalnya dengan menonjolkan fitur-fitur baru dari produk. Singkat cerita, tujuan promosi adalah untuk menciptakan loyalitas. Itu biasanya membutuhkan anggaran pemasaran yang cukup substansial. Perusahaan biasanya mulai mengurangi biaya, termasuk promosi, selama tahap penurunan. Perusahaan berusaha memaksimalkan penjualan dari produk dan meminimalkan biaya sebelum produk menghilang dari pasar. Tapi, jika perusahaan mengadopsi strategi ekstensi, promosi mungkin masih akan tetap gencar. Mereka mencoba untuk menghidupkan kembali produk tersebut.

Kamis, 31 Desember 2020


KONSEP PENETAPAN HARGA

Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima produsen dalam pertukaran jasa dan barang. Metode pricing dilakukan untuk menyesuaikan biaya yang ditawarkan produsen yang sesuai dengan produsen dan pelanggan.

Pricing bergantung pada harga rata-rata perusahaan, dan nilai yang dirasakan pembeli dari suatu barang, dibandingkan dengan nilai yang dipersepsikan dari produk pesaing.

Setiap pelaku bisnis memulai bisnis dengan motif dan niat untuk mendapatkan keuntungan. Ambisi ini dapat diperoleh dengan metode penetapan harga suatu perusahaan. Saat menetapkan biaya produk dan layanan, hal berikut harus dipertimbangkan:

  • Identitas barang dan jasa
  • Biaya barang dan jasa serupa di pasar
  • Audiens sasaran untuk siapa barang dan jasa diproduksi
  • Total biaya produksi (bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya mesin, transit, biaya persediaan, dll).
  • Elemen eksternal seperti aturan dan regulasi pemerintah, kebijakan, ekonomi, dll.,

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENETAPAN HARG

  1. Kondisi perekonomian atau keadaan ekonomi masyarakat
  2.   Penawaran dan permintaan. Penawaran adalah sejumlah barang yang dibeli untuk pembelian pada tingkat harga tertentu.  Permintaan adalah suatau jumlah yang ditawarkan penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
  3.  Elastisitas permintaan (sifat permintaan pasar)
  4. Persaingan

a.       Persaingan tidak sempurna

b.      Oligopoli Keadaan pasar dengan produsen pembekal barang hanya berjumlah sedikit sehingga seseorang dapat mempengaruhi harga pasar.

c.       Monopoli Situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional) sekurang-kurangnya 31 sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau kelompok sehingga harganya dapat dikendalikan.

5. Biaya, Biaya adalah suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya yang akan mengakibatkan kerugian.

6. Tujuan perusahaan Laba maksimal, volume penjualan, penguasaan pasar, kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu.

7. Pengawasan pemerintah Di samping itu, pengecer juga harus memperhatikan masalah-masalah yang timbul di dalam keputusan menetapkan harga jual menurut Amin Widjaya T (1994 : 187), yaitu :

  • *      Penetapan harga jual sulit dilakukan karena di dalam beberapa produk biaya-biaya telah ditetapkan atau sering disebut dengan Price Taker.
  • Beberapa pendekatan umum termasuk : Pendekatan ahli ekonomi. Dua kurva digambarkan dalam satu grafik.

èKurva permintaan. Menunjukkan beberapa yang dapat diharapkan dibeli pada harga berbeda.

èKurva penawaran

-          Menunjukkan berapa perusahaan ingin menawarkan harga yang berbeda.

-          Termasuk membawa produk ke pasar dan suatu laba yang wajarm atau layak.

-          Harga produk ditentukan di mana kurva permintaan dan kurva penawaran berpotongan (intersect).

-          Secara teoritis merupakan pendekatan yang akurat, akan tetapi sulit dilakukan.

TUJUAN PENETAPAN HARGA

Keputusan untuk menetapkan harga sering pula melibatkan kepentingan pimpinan puncak terutama untuk produk baru. Penentuan ingkat harga tersebut biasanya dilakukan dengan mengadakan beberapa perubahan untuk menguji pasarnya,. Jika pasarnya menerima penawaran tersebut, berarti harga itu sudah sesuai . Tetapi jika mereka menolak maka harga tersebut perlu diubahsecepatnya. Disini kita perlu meninjau tentang apa yang menjadi tujuan bagi penjual dlam menetapkan harga produknya. Tujuan-tujuan tersebut 

  1. Meningkatkan penjualaN
  2. Mempertahankan dan memperbaiki pangsa pasar
  3. Stabilisasi harga
  4. Mencapai target pengembalian investasi
  5. Mencapai laba maksimum

 

METODE PENETAPAN HARGA

Metode Penetapan Harga Pemasar dapat menghadapi dua kendala dalam penetapan harga, yaitu:

1.      kompleksitas persoalan yang ada

2.      informasi yang tidak lengkap, khususnya tentang permintaan dan biaya. Adanya dua kendala tersebut pemasar berusaha menyederhanakan perhitungannya. Metode-metode penetapan harga yang dimaksud adalah:

a.       Penetapan harga yang berorientasi pada biaya, antara lain:

Ø  Metode penetapan harga mark-up atau cost-plus

Ø  Metode penetapan harga rate-of-return atau target return

Ø  Metode penetapan harga break-even

Ø  Penetapan harga biaya variabel

b.      Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan

c.       Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan atau pelanggan.

Memonitor Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distribusi Untuk Kebutuhan Perusahaan

1. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 

2. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

3. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer

4. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya

 

Kamis, 24 Desember 2020

 

·        Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. Menurut Hurriyati (2008) pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu :

1.       Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.

2.       Visibility (Visibilitas)Lokasidapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.

3.       Traffic (Lalu lintas)

4.       Tempat parkir yang luas dan aman

5.       Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.

6.       Environment (Lingkungan).

7.       Lokasi pesaing

8.       Peraturan pemerintah

·        Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

Strategi-strategi efektif dapat digunakan untuk melihat tempat-tempat yang berkembang dengan pesat melalui sarana prasarana untuk mencapai tujuan pemasaran. Pemasaran diperlukan kesepakatan yang efektif dalam mengimplementasikan strategi – strateginya. orientasi pasar berpotensi meningkatkan kinerja pemasaran. Tiga faktor lingkungan yang berpengaruh antara tingkat orientasi pasar dan kinerja pemasaran yaitu tingkat perubahan dan technologi. Perubahan pasar semakin besar,menjadikan orientasi pasar dan kinerja pemasaran juga semakin besar. Jika intensitas persaingan semakin kuat maka hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja pemasaran semakin tinggi. Akan tetapi, jika tingkat perubahan teknologi semakin cepat,maka hubungan antara orientasi pasar dan kinerja semakin melemah. 

TIPE-TIPE DISTRIBUSI

Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.

Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu:

1.      Saluran komplementer

2.      Saluran kompetitif

1. Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.Contohnya: Penjual nasi goreng keliling. Nelayan menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen.

2.     Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara (toko) milik produsen itu sendiri.Contohnya, hasil produksi sepatu dijual kepada konsumen melalui toko-toko milik pabrik sepatu itu sendiri.

3.     Distribusi tidak langsung. Pada sistem ini produsen tidak langsung menjual hasil produksinya, baik berupa benda ataupun jasa kepada pemakai melainkan melalui perantara. Contohnya, petani menjual hasil pertaniannya kepada Koperasi Unit Desa (KUD) yang membelinya dengan harga dasar sesuai harga pasar agar petani terlindung dari praktek tengkulak

EVALUASI SALURAN DAN USAHA PENGENDALIAN

SALURAN DISTRIBUSI

Kriteria yang dapat digunakan dalam evaluasi saluran adalah:

1.      Biaya distribusi

2.      Cakupan pasar

3.      Layanan pelanggan

4.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.

5.      Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan Kerjasama mereka dalam promosi produk.

Pengendalian saluran distribusi adalah usaha untuk menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan merekasecara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama.

Tujuan dari usaha ini

adalah:

1. Untuk meningkatkan pengendalian

2. Memperbaiki ketidakefesienan

3. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman

4. Mencapai skala ekonomis.

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan

saluran pemasaran yaitu:

1.      Vertikal Marketing Sytem (VMS)

2.      Horisontal Marketing System

 

MANAJEMEN KONFLIK DALAM SALURAN DISTRIBUSI

Tjiptono (2002:215) konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.

a.       Konflik Horizontal Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1.       Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer);

2.       Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh: toko komputer versus toko peralatan elektronik). Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b.      Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1.       Konflik antara produsen dan pedagang grosir (contoh: produsen langsung menjual ke pengecer);

2.       Konflik antara produsen dan pengecer (contoh: independent retailer versus producerowned retail store).