BAURAN PROMOSI
1. KONSEP INTI PROMOSI
Promosi (Promotion) adalah salah satu komponen dari empat komponen dalam bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P. Empat komponen tersebut adalah Product, Price, Placement, and Promotion. Promosi merupakan hubungan komunikasi antara penjual dan pembeli. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dan secara spesifik, kegiatan promosi memiliki berbagai tujuan seperti:
- Menginformasikan tentang produk yang ada dan baru
- Menjelaskan fitur dan manfaat produk
- Membujuk pelanggan untuk membeli produk
- Memberitahu di mana pelanggan dapat membeli
- Membedakan penawaran perusahaan dengan penawaran pesaing
- Meningkatkan penjualan
- Membangun citra dan persepsi positif publik
- Menginformasikan tentang perusahaan, merek dan berbagai penawaran mereka
- Mengingatkan kembali pelanggan tentang suatu produk
10 konsep inti promosi , yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan
Tiga hal di atas terkesan mirip walau memiliki pengertian
yang berbeda-beda. Untuk menjadi seorang pemasar yang sukses, Anda harus bisa
membedakan yang mana kebutuhan, keinginan, dan permintaan :
- Kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia.
- Keinginan adalah kebutuhan yang ketika Anda arahkan ke objek tertentu dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
- Berbeda dengan kebutuhan dan keinginan, permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh kemampuan untuk membayar, dengan kata lain Anda punya uang seharga produk yang ingin Anda beli.
Tugas seorang pemasar
adalah menyelidiki kebutuhan target pasar nya dengan membedakan lima jenis
kebutuhan yaitu :
- Kebutuhan yang dinyatakan
- Kebutuhan yang sebenarnya
- Kebutuhan yang tidak dinyatakan
- Kebutuhan kesenangan
- Kebutuhan rahasia
2. Pasar Sasaran, Positioning, dan Segmentasi
Jarang ada seorang pemasar yang bisa memuaskan semua orang
dalam satu pasar. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki gaya hidup
dan pola pikir yang berbeda-beda. Tidak semua orang menyukai destinasi wisata,
kamar hotel, restoran siap saji, kendaraan bermotor, institusi pendidikan yang
sama. Untuk itu pemasar harus mulai membagi pasar ke dalam beberapa segmen. Perusahaan
dapat mengembangkan penawaran pasar yang diposisikan di dalam benak pembeli
sasaran sebagai keuntungan utama.
3. Penawaran dan Merek
Perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mengajukan
sebuah proposisi nilai yang berisi serangkaian keuntungan yang Anda tawarkan
kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sifat dari proposisi nilai
ini tidak berwujud, tetapi Anda harus membuatnya menjadi berwujud dengan
memberikan penawaran berupa kombinasi produk barang, jasa, informasi, dan
pengalaman. Merek diartikan sebagai sebuah penawaran dari sumber yang tidak
diketahui. Setiap perusahaan berusaha keras untuk membangun citra merk yang
kuat, unik, dan disukai oleh banyak orang khususnya target pasar mereka.
4. Nilai dan Kepuasan
Nilai yang ditawarkan adalah kombinasi dari kualitas,
pelayanan, dan harga yang disebut juga sebagai tiga elemen nilai pelanggan.
Sebuah nilai meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas dan pelayanan
tetapi menurun seiring dengan menurunnya harga. Berbeda dengan nilai, kepuasan
justru mencerminkan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya
dalam kaitannya dengan ekspektasi. Jika kinerja produk tidak memenuhi
ekspektasi maka pelanggan akan merasa tidak puas dan kecewa. Begitu juga
sebaliknya.
5. Saluran Pemasaran
Demi mencapai pasar sasarannya, seorang pemasar akan
menggunakan tiga jenis saluran pemasaran, yang terdiri dari saluran komunikasi,
saluran distribusi, dan saluran layanan.
6. Rantai Pasokan
Rantai pasokan adalah sebuah saluran yang lebih panjang yang
membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir yang
dikirimkan ke pembeli akhir.
7. Persaingan
Persaingan di sini terdiri dari semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh competitor, baik itu yang sifatnya aktual maupun potensial, yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli.
8. Lingkungan Pemasaran
Setiap pemasar benar-benar harus memperhatikan tren lingkungan-lingkungan ini untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka kedepannya.
9. Pertukaran (Exchange)
Tindakan untuk memperoleh objek yang diharapkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai pengganti
10. Transaksi
Perdagangan antara dua pihak yang melibatkan paling sedikit dua bentuk nilai persetujuan mengenai kondisi, persetujuan mengenai waktu dan persetujuan mengenai tempat
Dengan promosi diharapkan kenaikan angka penjualan pada usaha yang dilakukan. Macam-Macam bentuk Promosi :
1. Advertising (Periklanan)
Advertising merupakan bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media untuk merangsang pembelian. Iklan memiliki beberapa karakteristik yaitu berbayar, non personal, menggunakan media massa untuk massifikasi pesan, sponsor yang teridentifikasi, persuasif dan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya. Jenis advertising sendiri seperti :
- Informative Advertising yang biasa di gunakan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk Anda atau fitur-fitur baru dari produk Anda.
- Persuasive Advertising yang biasa di gunakan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa yang Anda tawarkan.
- Reminder Advertising yang biasa digunakan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa yang Anda sediakan.
2. Personal
Selling
Kunci dari Personal Selling adalah:
- Prospecting (mencari pelanggan dan menjalin hubungan dengan mereka),
- Targeting,
- Communicating (mengkomunikasikan dan memberi informasi terkait produk Anda),
- Selling,
- Servicing,
- Information gathering (riset pasar),
- Allocating (mengalokasikan target market).
3. Sales
Promotion
Sales Promotion sendiri merupakan bentuk persuasi
langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk
merangsang pembelian produk Anda dengan segera dan meningkatkan jumlah
pembelian. Sales Promotion ialah Insentif jangka pendek untuk mendorong
pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa menurut Kotler. Berbagai
jenis peralatan yang unik seperti kupon, perlombaan,pemotongan harga, hadiah
dan lain-lain merupakan Promosi Penjualan.
4. Publishing
(Publisitas)
Publishing dapat dilakukan dengan perusahaan Anda
untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik dan juga menangani atau
menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang
dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (public relations).
5. Direct
marketing
Tentukan Budget
Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk
mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena
setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.
Tentukan Segmen Pasar
tidak bisa dilakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa
mengetahui target atau segmen pasarnya.
Tentukan Materi Iklan
Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa
dengan media cetak baik offline maupun online. Ini akan lebih mengena dan lebih
hemat dari sisi biaya. Namun, jika materi iklan berbentuk video dan audio, bisa
saja beriklan di TV atau di situs video online seperti YouTube untuk
mengenalkan pasar ke yang lebih luas.
Tentukan media online atau offline atau keduanya
Tentu, ada media online menggunakan internet bisa dengan text,
gambar bergerak atau animasi GIF, video,
audio dengan target pasar para pengguna internet dan sosial media ada juga
media offline yang menggunakan text dan gambar seperti koran, billboard,
baliho, spanduk dan lain sebagainya. Baik media online dan offline memiliki
segmen pasar yang berbeda. Oleh sebab itu, media online atau offline bisa jadi
sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin Anda raih.
Menggunakan jasa
advertisement
Jika Anda tidak bisa memilih jenis media yang tepat dan efektif,
ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode promosi, diantaranya:
1. Tujuan promosi. Jika perusahaan ingin menjangkau khalayak luas, iklan menjadi pilihan yang tepat. Jenis produk. Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.
2. Infrastruktur dan sumber daya perusahaan. Masing-masing
metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Perusahaan mungkin
membelanjakan lebih banyak uang untuk iklan jika dana mencukupi. Tapi, jika
dana tidak mencukupi, seperti pada sebagian besar perusahaan kecil, mereka
bergantung pada penjualan pribadi.
3. Siklus hidup produk. Misalnya, selama tahap pendahuluan,
perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik
dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin
akan lebih fokus pada iklan.
4. Infrastruktur distribusi. Jika menjual produk langsung ke
pelanggan tanpa melalui perantara, perusahaan mengandalkan personal selling.
Perusahaan mungkin menggunakan beberapa iklan, tapi itu hanya sebagai
pendukung.
5. Ukuran pasar. Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang
lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan
pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.
6. Strategi penetapan harga. Produk premium, seperti iPhone,
kurang mengandalkan iklan media massa. Perusahaan biasanya akan lebih menyukai
pendekatan promosi yang lebih intim seperti penjualan pribadi.
- Tahap pengenalan, perusahaan berusaha untuk menginformasikan dan mendidik pelanggan potensial. Sebagian besar pelanggan tidak tahu atau tidak sadar bahwa ada produk yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, tugas pertama perusahaan adalah membangun kesadaran di antara konsumen.
- Tahap pertumbuhan, konsumen mulai menyadari tentang produk dan manfaatnya. Produk cukup laku dan perantara senang jika produk tersedia di rak-rak mereka. Pada tahap ini, perusahaan mengarahkan strategi promosi untuk menstimulasi permintaan selektif (merek) dan mengalihkan pelanggan dari pesaing.
- Tahap matang (mature stage), persaingan pasar meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi berusaha untuk membujuk pelanggan untuk terus membeli, misalnya dengan menonjolkan fitur-fitur baru dari produk. Singkat cerita, tujuan promosi adalah untuk menciptakan loyalitas. Itu biasanya membutuhkan anggaran pemasaran yang cukup substansial. Perusahaan biasanya mulai mengurangi biaya, termasuk promosi, selama tahap penurunan. Perusahaan berusaha memaksimalkan penjualan dari produk dan meminimalkan biaya sebelum produk menghilang dari pasar. Tapi, jika perusahaan mengadopsi strategi ekstensi, promosi mungkin masih akan tetap gencar. Mereka mencoba untuk menghidupkan kembali produk tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar