Kamis, 31 Desember 2020


KONSEP PENETAPAN HARGA

Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima produsen dalam pertukaran jasa dan barang. Metode pricing dilakukan untuk menyesuaikan biaya yang ditawarkan produsen yang sesuai dengan produsen dan pelanggan.

Pricing bergantung pada harga rata-rata perusahaan, dan nilai yang dirasakan pembeli dari suatu barang, dibandingkan dengan nilai yang dipersepsikan dari produk pesaing.

Setiap pelaku bisnis memulai bisnis dengan motif dan niat untuk mendapatkan keuntungan. Ambisi ini dapat diperoleh dengan metode penetapan harga suatu perusahaan. Saat menetapkan biaya produk dan layanan, hal berikut harus dipertimbangkan:

  • Identitas barang dan jasa
  • Biaya barang dan jasa serupa di pasar
  • Audiens sasaran untuk siapa barang dan jasa diproduksi
  • Total biaya produksi (bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya mesin, transit, biaya persediaan, dll).
  • Elemen eksternal seperti aturan dan regulasi pemerintah, kebijakan, ekonomi, dll.,

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENETAPAN HARG

  1. Kondisi perekonomian atau keadaan ekonomi masyarakat
  2.   Penawaran dan permintaan. Penawaran adalah sejumlah barang yang dibeli untuk pembelian pada tingkat harga tertentu.  Permintaan adalah suatau jumlah yang ditawarkan penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
  3.  Elastisitas permintaan (sifat permintaan pasar)
  4. Persaingan

a.       Persaingan tidak sempurna

b.      Oligopoli Keadaan pasar dengan produsen pembekal barang hanya berjumlah sedikit sehingga seseorang dapat mempengaruhi harga pasar.

c.       Monopoli Situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional) sekurang-kurangnya 31 sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau kelompok sehingga harganya dapat dikendalikan.

5. Biaya, Biaya adalah suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya yang akan mengakibatkan kerugian.

6. Tujuan perusahaan Laba maksimal, volume penjualan, penguasaan pasar, kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu.

7. Pengawasan pemerintah Di samping itu, pengecer juga harus memperhatikan masalah-masalah yang timbul di dalam keputusan menetapkan harga jual menurut Amin Widjaya T (1994 : 187), yaitu :

  • *      Penetapan harga jual sulit dilakukan karena di dalam beberapa produk biaya-biaya telah ditetapkan atau sering disebut dengan Price Taker.
  • Beberapa pendekatan umum termasuk : Pendekatan ahli ekonomi. Dua kurva digambarkan dalam satu grafik.

èKurva permintaan. Menunjukkan beberapa yang dapat diharapkan dibeli pada harga berbeda.

èKurva penawaran

-          Menunjukkan berapa perusahaan ingin menawarkan harga yang berbeda.

-          Termasuk membawa produk ke pasar dan suatu laba yang wajarm atau layak.

-          Harga produk ditentukan di mana kurva permintaan dan kurva penawaran berpotongan (intersect).

-          Secara teoritis merupakan pendekatan yang akurat, akan tetapi sulit dilakukan.

TUJUAN PENETAPAN HARGA

Keputusan untuk menetapkan harga sering pula melibatkan kepentingan pimpinan puncak terutama untuk produk baru. Penentuan ingkat harga tersebut biasanya dilakukan dengan mengadakan beberapa perubahan untuk menguji pasarnya,. Jika pasarnya menerima penawaran tersebut, berarti harga itu sudah sesuai . Tetapi jika mereka menolak maka harga tersebut perlu diubahsecepatnya. Disini kita perlu meninjau tentang apa yang menjadi tujuan bagi penjual dlam menetapkan harga produknya. Tujuan-tujuan tersebut 

  1. Meningkatkan penjualaN
  2. Mempertahankan dan memperbaiki pangsa pasar
  3. Stabilisasi harga
  4. Mencapai target pengembalian investasi
  5. Mencapai laba maksimum

 

METODE PENETAPAN HARGA

Metode Penetapan Harga Pemasar dapat menghadapi dua kendala dalam penetapan harga, yaitu:

1.      kompleksitas persoalan yang ada

2.      informasi yang tidak lengkap, khususnya tentang permintaan dan biaya. Adanya dua kendala tersebut pemasar berusaha menyederhanakan perhitungannya. Metode-metode penetapan harga yang dimaksud adalah:

a.       Penetapan harga yang berorientasi pada biaya, antara lain:

Ø  Metode penetapan harga mark-up atau cost-plus

Ø  Metode penetapan harga rate-of-return atau target return

Ø  Metode penetapan harga break-even

Ø  Penetapan harga biaya variabel

b.      Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan

c.       Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan atau pelanggan.

Memonitor Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distribusi Untuk Kebutuhan Perusahaan

1. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 

2. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

3. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer

4. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya

 

Kamis, 24 Desember 2020

 

·        Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. Menurut Hurriyati (2008) pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu :

1.       Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.

2.       Visibility (Visibilitas)Lokasidapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.

3.       Traffic (Lalu lintas)

4.       Tempat parkir yang luas dan aman

5.       Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.

6.       Environment (Lingkungan).

7.       Lokasi pesaing

8.       Peraturan pemerintah

·        Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

Strategi-strategi efektif dapat digunakan untuk melihat tempat-tempat yang berkembang dengan pesat melalui sarana prasarana untuk mencapai tujuan pemasaran. Pemasaran diperlukan kesepakatan yang efektif dalam mengimplementasikan strategi – strateginya. orientasi pasar berpotensi meningkatkan kinerja pemasaran. Tiga faktor lingkungan yang berpengaruh antara tingkat orientasi pasar dan kinerja pemasaran yaitu tingkat perubahan dan technologi. Perubahan pasar semakin besar,menjadikan orientasi pasar dan kinerja pemasaran juga semakin besar. Jika intensitas persaingan semakin kuat maka hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja pemasaran semakin tinggi. Akan tetapi, jika tingkat perubahan teknologi semakin cepat,maka hubungan antara orientasi pasar dan kinerja semakin melemah. 

TIPE-TIPE DISTRIBUSI

Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.

Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu:

1.      Saluran komplementer

2.      Saluran kompetitif

1. Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.Contohnya: Penjual nasi goreng keliling. Nelayan menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen.

2.     Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara (toko) milik produsen itu sendiri.Contohnya, hasil produksi sepatu dijual kepada konsumen melalui toko-toko milik pabrik sepatu itu sendiri.

3.     Distribusi tidak langsung. Pada sistem ini produsen tidak langsung menjual hasil produksinya, baik berupa benda ataupun jasa kepada pemakai melainkan melalui perantara. Contohnya, petani menjual hasil pertaniannya kepada Koperasi Unit Desa (KUD) yang membelinya dengan harga dasar sesuai harga pasar agar petani terlindung dari praktek tengkulak

EVALUASI SALURAN DAN USAHA PENGENDALIAN

SALURAN DISTRIBUSI

Kriteria yang dapat digunakan dalam evaluasi saluran adalah:

1.      Biaya distribusi

2.      Cakupan pasar

3.      Layanan pelanggan

4.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.

5.      Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan Kerjasama mereka dalam promosi produk.

Pengendalian saluran distribusi adalah usaha untuk menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan merekasecara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama.

Tujuan dari usaha ini

adalah:

1. Untuk meningkatkan pengendalian

2. Memperbaiki ketidakefesienan

3. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman

4. Mencapai skala ekonomis.

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan

saluran pemasaran yaitu:

1.      Vertikal Marketing Sytem (VMS)

2.      Horisontal Marketing System

 

MANAJEMEN KONFLIK DALAM SALURAN DISTRIBUSI

Tjiptono (2002:215) konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.

a.       Konflik Horizontal Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1.       Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer);

2.       Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh: toko komputer versus toko peralatan elektronik). Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b.      Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1.       Konflik antara produsen dan pedagang grosir (contoh: produsen langsung menjual ke pengecer);

2.       Konflik antara produsen dan pengecer (contoh: independent retailer versus producerowned retail store).

Kamis, 17 Desember 2020

MANAJEMEN PEMASARAN (BAURAN PRODUK)

 

A.    ARTI PRODUK DAN MACAM MACAM PRODUK

 

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan\ hampir semua yang termasuk produksi adalah benda nyata yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Karena produk adalah benda ril, maka jenisnya cukup banyak. Macam – macam produk yaitu sebagai berikut:

1. Produk konsumsi (consumer products) adalah produk yang barangnya dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan tujuan tidak untuk dibisniskan atau dijual lagi. Jenis produk konsumsi adalah:

*      Barang kebutuhan sehari-hari (convenience goods), sering kali dibeli, jika ingin memilikinya hanya perlu usaha yang kecil. Contohnya barang – barang yang ada di toko kelontong.

*      Barang belanja (shopping goods), umumnya dalam proses pembeliannya konsumen membandingkan mutu, harga, dan model. Misalnya pakaian, sepatu, sabun, dan lain sebagainya.

*      Barang khusus (speaciality goods), yaitu barang yang sebagian kelompok konsumen berusaha keras untuk memilikinya. misalnya mobil, kamera, dan lain sebagainya

2. 2. Produk industri (business products), adalah barang yang akan menjadi begitu luas dipergunakan dalam program pengembangan pemasaran. Barang industri juga dapat dirinci lebih lanjut jenisnya antara lain sebagai berikut:

Bahan mentah, yaitu barang yang akan menjadi bahan baku secara fisik untuk memproduksi produk lain, seperti hasil hutan, gandum, dan lain sebagainya.

Bahan baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang industri yang digunakan untuk suku cadang yang aktual bagi produk lain, misalnya mesin, pasir, dan lain sebagainya

Perbekalan operasional, yaitu barang kebutuhan sehari-hari bagi sektor industri, misalnya alat-alat kantor, dan lain-lain.

 

B.     STRATEGI PEMASARAN PRODUK

 

1. Ketahui Target Pasar Anda

Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu lakukan riset siapa yang menjadi target pasar Anda. Semakin spesifik target pasar Anda, semakin besar peluang Anda untuk sukses.

2. Menggunakan Social Media

Dengan media sosial, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi. Dalam pemasaran media sosial, Anda juga dapat berkolaborasi dengan influencer. Banyak orang yang menggunakan influencer di sosial media untuk mempromosikan produknya. Biarkan pengikut mereka mengetahui produk Anda melalui influencer.

3. Menawarkan Produk Secara Gratis

Alasan lain kenapa strategi ini dianggap perlu juga, seringkali seorang costumer belum membeli sebuah produk karena mereka belum pernah mencoba tentang produk tersebut. Sebuah perusahaan bisa saja memilih event atau langsung menawarakan sample dan contoh gratis secara door to door kepada calon konsumennya.

4. Memilih Tempat Strategis

Tempat strategis masih menjadi salah satu strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan karena dengan tempat penjualan yang strategis berarti produk. Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya.

5. Memberi Insentif untuk Rekomendasi

Insentif sebuah testimoni tidak harus selalu berupa uang, namun dapat berupa hadiah produk atau potongan harga. Dengan adanya insentif ini secara tidak langsung perusahaan memenangkan dua pihak untuk sasaran marketing, yaitu konsumen yang loyal dan calon konsumen. Rekomendasi produk kini menjadi strategi pasar yang digunakan hampir semua produk.

6. Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen

Jika tidak ingin kehilangan sebuah pembelian, di tengah persaingan banyaknya produk serupa, maka tidak ada salahnya Anda memberi penghargaan kepada para konsumen yang loyal terhadap perusahaan dengan cara menanggapi masukan konsumen maupun memberi hadiah secara langsung atas pembelian yang mereka lakukan. Hal ini cukup efektif menjadi cara pemasaran produk makanan karena produk jenis ini mengandalkan loyalitas pembelinya untuk bertahan di dunia bisnis.

7. Mulut ke Mulut

Tim pemasaran Anda berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Setelah konsumen membeli produk dan merasa puas dengan produk tersebut, konsumen akan memberitahu konsumen lainnnya yang berpotensi untuk membeli produk tersebut.

 

C.    ARTI DAN MACAM – MACAM JASA

Menurut Phillip Kotler, arti jasa adalah semua tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.

secara garis besar jenis-jenis jasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

1.      Jasa Perawatan Pribadi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; pijat, perawatan kecantikan, salon, binatu pakaian, dan lain-lain.

2.      Jasa Perumahan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; kamar hotel, apartment, rumah tinggal, kost, dan lainnya.

3.      Jasa Komunikasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; telepon, telegram, komputer, internet.

4.      Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa tukang kebun, air minum, perbaikan rumah, dan lain-lain.

5.      Jasa Transportasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; taxi, jasa pengiriman barang, jasa angkut barang, penyewaan mobil.

6.      Jasa Rekreasi dan Hiburan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini antara lain; kebun binatang, taman bunga, tempat wisata, tempat hiburan, dan lain-lain.

7.      Jasa Bisnis dan Profesi lainnya, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa hukum, jasa akuntan, jasa pemasaran, dan lainnya.

8.      Jasa Asuransi, Bank dan Finansial, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; perpajakan, asuransi, perbankan, kredit.

 

 

D.    STRATEGI PEMASARAN JASA

1. Memberikan Pelayanan secara Efisien

Setiap penyedia jasa hendaknya memberikan pelayanan dengan tepat dan juga cepat serta sesuai dengan keinginan konsumen. Dengan memberikan pelayanan yang efisien, maka konsumen juga akan menunjukkan sikap loyalitasnya.

2. Memuaskan Keluhan Pelanggan

Setiap permasalahan atau keluhan haruslah ditangani dengan baik dan juga tuntas. Dengan memberikan pelayanan terbaik pada konsumen, maka akan memberikan kesan yang terbaik juga terhadap pelayanan jasa tersebut.

3. Memanfaatkan Teknologi

Pemanfaatan teknologi bisa digunakan dalam marketing jasa, seperti menggunakan marketing jasa secara online. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga akan memudahkan konsumen dalam mengakses beragam layanan jasa.

4. Peran Karyawan dalam Melayani Konsumen

Jika sebuah penyedia jasa memiliki karyawan yang melakukan kinerja terbaik, tentu akan menjadi daya tarik sendiri terhadap konsumen. Kemudian, kinerja karyawan yang baik juga akan membangun citra positif bagi penyedia jasa.

5. Mengadaptasi Budaya yang Berkembang

Bagi penyedia jasa, penting untuk selalu mengetahui perkembangan tren ataupun budaya yang sedang populer dan digandrungi

6. Penentuan Harga yang Tepat dan Rasional

Penyedia jasa hendaknya bisa menetapkan harga yang rasional dan juga tepat berdasarkan kemampuan konsumen yang disasar. Selain itu, penetapan harga juga bisa berdasarkan dari manfaat yang diperoleh konsumen dalam sebuah jasa yang ditawarkan. Harga suatu jasa akan semakin tinggi apabila manfaat yang dirasakan konsumen semakin besar.

 

Kamis, 10 Desember 2020

Manajemen Pemasaran ( S T P)

A. KONSEP INTI STP 

Istilah strategi Pemasaran STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) merupakan 3 rangkaian proses yang harus dilalui pada penetapan strategi bisnis. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis produk baik barang maupun jasa, juga cara pemasarannya baik offline maupun online. 

STP marketing sendiri merupakan pendekatan atau model yang populer diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

·         Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 

·         Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

·         Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar

·         Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif. 

B.  KONSEP NILAI PELANGGAN 

    Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Menurut Setijono dan Dahlgaard (2007), nilai pelanggan adalah penjumlahan dari manfaat dikurangi pengorbanan yang hasil sebagai konsekuensi dari pelanggan menggunakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

C. MANFAAT NILAI PELANGGAN

Menurut Kotler dan Armstrong (2008), terdapat empat manfaat yang diperoleh dalam menciptakan nilai pelanggan, yaitu:

a. Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan 

     Maka tujuan manajemen hubungan pelanggan adalah tidak hanya menciptakan kepuasan pelanggan, tetapi kepuasan penuh pelanggan untuk mendapatkan nilai seumur hidup pelanggan.

b. Menumbuhkan pangsa pasar 

   Selain mempertahankan pelanggan, manajemen hubungan pelanggan yang bagus dapat membantu pemasar pangsa pelanggan (share of customer).

c.  Membantu ekuitas pelanggan 

    Tujuan akhir manajemen hubungan pelanggan adalah menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi. Ekuitas pelanggan (customer equity) adalah gabungan nilai seumur hidup pelanggan dari semua pelanggan perusahaan. 

d. Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat 

     Perusahaan dapat mengelompokkan      pelanggan menurut profitabilitas potensial mereka dan menata hubungan dengan pelanggan berdasarkan kelompoknya. Jenis pelanggan yang berbeda memerlukan strategi manajemen yang berbeda. Tujuannya adalah membangun hubungan pelanggan yang benar dengan pelanggan yang tepat.

D. Strategi Membangun Nilai Pelanggan

Menurut Hurriyati (2010), terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menciptakan nilai pelanggan yang baik, yaitu:

1.    Economic Value to the Customer

2.  Differential Advantage

3. Brand Development

Didalam Konsep Nilai pelanggan ada pula penjelasan melalui sudut pandang yaitu antara lain :

a. Pasar Grosir, Pengecer, Eksportir

1.    Grosir

Grosir merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. 

·         Jenis jenis grosir

Dilihat dari luas jangkauan atau daerah usahanya, grosir dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

1.    ==> Grosir Lokal: Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya grosir tingkat kabupaten. 

2.    ==> Grosir Wilayah: Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya melayani kegiatan jual beli antar provinsi.

3.  ==>  Grosir Nasional: Grosir yang memiliki luas daerah pemasaran meliputi suatu negara

2.    Pengecer

Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.

3.    Ekspor 

adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain.

b. Pelanggan lokal, nasional dan internasional

1. Pelanggan lokal, Pelanggan local adalah pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten

2.  Pelanggan nasional. Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup seluruh wilayah dalam satu negara.

3. Pelanggan Internasional , Pelanggan internasional adalah pelanggan yang berasal dari negara lain.

E. Segmenting (Segmentasi Pasar)

Segmentasi pasar adalah kegiatan untuk membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya beli, kebutuhan konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dengan menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Syarat dari segmentasi pasar yaitu segmentasi harus bisa diukur, segmentasi pasar logis dan bisa dijalankan, harus ada target segmentasi yang ingin dicapai, pasar lebih heterogen tetapi tetap luas. 

Terdapat keterbatasan dalam melakukan segmentasi pasar yaitu beban biaya yang besar, memerlukan komitmen korporat, menyediakan informasi yang umum bukan individual.Selain keterbatasan yang ada terdapat juga manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu :

1.    Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru.

2.    Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

3.    Menngembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

Menurut Assauri (2012), segmentasi pasar dibagi menjadi 4 variabel yaitu variabel perilaku, psikografis, demografis, geografis.

1.    Segmentasi perilaku adalah segmentasi yang ditinjau dari perilaku konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Perilaku tersebut berupa loyalitas, pengetahuan, idealisme, dan respon konsumen.

2.    Segmentasi psikografis adalah segmentasi yang didasarkan pada ketertarikan dan kesukaan konsumen terhadap produk tertentu. Segmentasi ini juga dikelompokkan berdasarkan gaya hidup dan kepribadian.

3.    Segmentasi demografis adalah segmentasi yang dikelompokkan berdasarkan usia, ukuran keluarga, siklus kehidupan keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, agama, ras, generasi kewarganegaraan, dan kelas sosial. 

4.    Segmentasi ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan dan biaya operasional. 

Prosedur dalam melakukan segmentasi pasar yang baik menurut Kasali (1998) adalah sebagai berikut :

1.  Mengumpulkan informasi mengenai produk, persaingan dan konsumen.

  1. Mempelajari konsumen yang ingin dilayani dan menentukan basis segmentasi yang akan ditentukan.
  2.  Mengaplikasikan metodologi untuk mengidentifikasi sejumlah segmen.
  1. Membuat profil konsumen pada masing-masing segmen
  2.   Memilih target segmen yang paling potensial.
  1. Mengbangkan program-program pemasaran yang konsisten dengan yang dipilih melalui program marketing mix.

F. Targetting (Pembidikan Pasar)

Targeting adalah mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. 

a)    Terukur                             : kebutuhan, jumlah, berapa besarnya, wilayah, luasan.

b)    Substansial                        :  cukup besar untuk dimasuki/ menguntungkan.

c)    Dapat dicapai                    : dapat diapai oleh perusahaan.

d)    Dapat didiferensiasi          : buat produk yang beda/ unik.

e)    Dapat ditindaklanjuti          : dapat ditindak lanjuti dengan bauran pemasaran.

Menetapkan target pasar :

·         Mengevaluasi segmen pasar : menilai beragam segmen yang telah diketahui. Harus memperhatikan faktor , seperti daya tarik segmen keseluruhan dan tujuan serta sumber daya  perusahaan.

·         Memilih Segmen Pasar :

1)      Konsentrasi segmen tunggal : perusahaan memilih sebuah segmen tunggal. Contoh, Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan  porsche pada pasar mobil sport.

2)      Spesialisasi selekti : perusahaan memilih sejumlah segmen yang berpotensi sebagai penghasil uang. Contoh , barang antik untuk kolektor.

3)      Spesialisasi Produk : perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk  tertentu yang dijual ke beberapa segmen . Contoh, Perusahaan mikroskop yang menjual mikroskop ke lab,  pemerintah, dan ke universitas.

4)      Spesialisasi Pasar : perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok pelanggan tertentu. Contoh, Perusaan yang menjual bermacam-macam produk ke lab universitas yang terdiri dari- mikroskop, osiloskop, pembakar bunsen dll.

5)      Cakupan Seluruh Pasar : perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok   pelanggan dengan menyediakan smua produk yang mungkin mereka butuhkan. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar.

 Targeting

§  Sigle Target (hanya menjual 1 produk di satu pasar)

§  Selective Target (menjual 2 produk di dua pasar)

§  Market Focus (menjual semua produk di satu pasar)

§  Produk Focus (menjual 1 produk di tiga pasar)

§  Mass Market ( mejual semua produk di semua pasar)

 Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan

G.  Posiotining (Posisi Pasar)

Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Menurut Philip kotler, Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar :

1.    Positioning berdasarkan atribut. 

2.    Positioning berdasarkan harga dan kualitas. 3.    Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.

4.    Positioning berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.

5.    Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.

6.    Positioning berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.

7.    Positioning berdasarkan manfaat.