Kamis, 24 Desember 2020

 

·        Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. Menurut Hurriyati (2008) pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu :

1.       Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.

2.       Visibility (Visibilitas)Lokasidapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.

3.       Traffic (Lalu lintas)

4.       Tempat parkir yang luas dan aman

5.       Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.

6.       Environment (Lingkungan).

7.       Lokasi pesaing

8.       Peraturan pemerintah

·        Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

Strategi-strategi efektif dapat digunakan untuk melihat tempat-tempat yang berkembang dengan pesat melalui sarana prasarana untuk mencapai tujuan pemasaran. Pemasaran diperlukan kesepakatan yang efektif dalam mengimplementasikan strategi – strateginya. orientasi pasar berpotensi meningkatkan kinerja pemasaran. Tiga faktor lingkungan yang berpengaruh antara tingkat orientasi pasar dan kinerja pemasaran yaitu tingkat perubahan dan technologi. Perubahan pasar semakin besar,menjadikan orientasi pasar dan kinerja pemasaran juga semakin besar. Jika intensitas persaingan semakin kuat maka hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja pemasaran semakin tinggi. Akan tetapi, jika tingkat perubahan teknologi semakin cepat,maka hubungan antara orientasi pasar dan kinerja semakin melemah. 

TIPE-TIPE DISTRIBUSI

Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.

Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu:

1.      Saluran komplementer

2.      Saluran kompetitif

1. Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.Contohnya: Penjual nasi goreng keliling. Nelayan menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen.

2.     Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara (toko) milik produsen itu sendiri.Contohnya, hasil produksi sepatu dijual kepada konsumen melalui toko-toko milik pabrik sepatu itu sendiri.

3.     Distribusi tidak langsung. Pada sistem ini produsen tidak langsung menjual hasil produksinya, baik berupa benda ataupun jasa kepada pemakai melainkan melalui perantara. Contohnya, petani menjual hasil pertaniannya kepada Koperasi Unit Desa (KUD) yang membelinya dengan harga dasar sesuai harga pasar agar petani terlindung dari praktek tengkulak

EVALUASI SALURAN DAN USAHA PENGENDALIAN

SALURAN DISTRIBUSI

Kriteria yang dapat digunakan dalam evaluasi saluran adalah:

1.      Biaya distribusi

2.      Cakupan pasar

3.      Layanan pelanggan

4.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.

5.      Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan Kerjasama mereka dalam promosi produk.

Pengendalian saluran distribusi adalah usaha untuk menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan merekasecara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama.

Tujuan dari usaha ini

adalah:

1. Untuk meningkatkan pengendalian

2. Memperbaiki ketidakefesienan

3. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman

4. Mencapai skala ekonomis.

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan

saluran pemasaran yaitu:

1.      Vertikal Marketing Sytem (VMS)

2.      Horisontal Marketing System

 

MANAJEMEN KONFLIK DALAM SALURAN DISTRIBUSI

Tjiptono (2002:215) konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.

a.       Konflik Horizontal Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1.       Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer);

2.       Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh: toko komputer versus toko peralatan elektronik). Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b.      Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1.       Konflik antara produsen dan pedagang grosir (contoh: produsen langsung menjual ke pengecer);

2.       Konflik antara produsen dan pengecer (contoh: independent retailer versus producerowned retail store).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar