Minggu, 18 November 2018
Puisi untukmu ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi
Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.
Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.
Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.
Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?
Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.
Ayah, sayangilah aku
Puisi ayah karya: Rayhandi
Aku lahir suci bagai putih
Tanpa tahu dosaku
Tanpa tahu salahku
Tanpa tahu apapun.
Aku ingin di sayangi
Wahai ayah mengapa engkau teramat tega
Tega mencampakkanku dan bunda demi wanita lain
Mengapa? apa karena kami miskin?
Tuhan tahu jalan takdirku
Termasuk saat aku di permainkan oleh kehidupan
Di buang oleh laki laki bernama ayah
Aku hancur bagai laksa tanpa bentuk.
Semoga suatu hari nanti saat aku mati
Engkau bisa bahagia karena saat aku mati
Telah kubersumpah pada diriku untuk membawamu ke jahanam
Karena dosamu padaku, terlebih pada bundaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar